Judul
|
Process-based tolerance assessment of connecting rod
machining process
|
Jurnal
|
Journal of Industrial Engineering International
|
Penulis
|
G. V. S.
S. Sharma, P.
Srinivasa Rao, B.
Surendra Babu
|
Tahun
|
2016
|
Download
|
|
Reviewer
|
Muhammad
Azray Syafaat
|
Tanggal
|
11 Januari 2017
|
Link Power point:
Abstrak
Toleransi
terhadap dimensi suatu prduk sangatlah penting. Proses toleransi adalah
pendekatan yang paling optimis dan pragmatis dalam menentukan toleransi pada
prses manufaktur. Proses toleransi ini digunakan untuk menetapkan, mengukur,
menganalisis, meningkatkan, dan mengontrol. Nilai dari indeks
proses kapabilitas potensial (Cp) dan indeks kapabilitas proses kinerja (Cpk) merupakan nilai-nilai karakteristik
proses mengidentifikasi
dan proses pembuatan batang torak berhubungan sehingga menjadi lebih
besar dari standar industri 1,33, yaitu, empat tingkat sigma. Metodologi
diagram rantai toleransi diterapkan pada batang torak untuk memverifikasi
toleransi proses manufaktur di berbagai operasi dari proses manufaktur batang torak. Makalah ini
menjembatani kesenjangan antara toleransi dimensi yang diperoleh melalui pembuatan toleransi stack analisis,
grafik toleransi dan studi kemampuan proses komponen batang torak. Akhirnya, perbandingan proses
toleransi diketahui dengan menggunakan
software yang telah support tolerance
capability expert (TCE).
Latar Belakang
Toleransi geometris dan
dimensi yang dipakai ke dalam produk serta ke dalam proses sangat penting. Dua aspek utama toleransi
meliputi aritmatika dan statistik toleransi. Dalam aritmatika toleransi
diasumsikan bahwa dimensi
dari bagian yang sangat kecil bias memiliki nilai berapapun pada rentang
toleransi. Sedangkan, dalam skema statistika toleransi, diasumsikan
bahwa dimensi dari bagian yang kecil
sangat beragam sesuai dengan distribusi normal.
Kerugian utama aritmatika
toleransi adalah
tidak mengikuti pola dalam zona toleransi dan bagian yang dihasilkan dari
proses pemesinan dapat memiliki nilai apapun dalam zona toleransi. Hal ini
menyebabkan perlunya pengecekan tiap
dimensi,
yang tidak praktis dalam produksi massal. Toleransi statistik mengatasi
kelemahan toleransi aritmatika dan memfasilitasi mesin untuk menghasilkan
dimensi menurut distribusi normal. Toleransi statistik juga mengecek dimensi yang tidak sesuai dengan
distribusi normal.
Penulisan pada jurnal ini
ditulis menjadi beberapa bagian. Yang pertama pengenalan bagian dari jurnal
yang membahas domain yang diperlukan pengantar teoritis metode toleransi. Kemudian
bagian tinjauan literatur pada toleransi proses. Analisis toleransi stack
dengan rantai toleransi dari mesin batang torak kemudian disajikan. Toleransi yang
diperoleh dari toleransi stack diuji untuk studi kemampuan proses (Sharma dan
Rao 2013). Kemudian ditingkatkan
nilai
Cp dan nilai-nilai Cpk diperoleh dibandingkan untuk memperoleh nilai toleransi optimal
menggunakan software TCE. Bagian terakhir adalah menyimpulkan
dengan diskusi tentang hasil yang diperoleh pada gambar 1, 2, 3, dan 4.
Pembahasan
Pada
jurnal ini terdiri dari 5 bagian pembahasan. Bagian pertama adalah urutan
proses pada bagian ini dijelaskan mengenai cara menghubungkan tiap proses
operasi manufaktur batang torak secara berurutan seperti pada gambar 5 pada
literatur. Bahan baku dari Gudang merupakan titik awal dari prose manufaktur
yang menghubungkan tiap operasi. Sedangkan stasiun kerja ke 140 menjadi proses
terakhir. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 1 yang memberikan
deskripsi lebih rinci.
Bagian
kedua adalah analisis stack toleransi dari pemesinan batang torak. Pada bagian
ini dijelaskan mengenai diagram toleransi secara representative untuk dimensi
dari batang torak yang disajikan pada gambar 6. Rantai toleransi dalam grafik
menggambarkan hasil dari operasi mesin dan dimensi/ dimensi yang diperoleh.
Pada bagian ini kita dapat mengetahui toleransi mana yang dipenuhi dan mana
yang tidak sehingga dimensi dari batang torak.
Bagian ketiga
berisikan mengenai dimensi dari batang torak. Nilai dari kemampuan toleransi
awal dan nilai toleransi setelah perbaikan juga dicantumkan pada bagian ini
yang disajikan pada tabel 2.
Selanjutnya
adalah bagian perbandingan dengan menggunakan software TCE. Dimensi dan nilai
dari Cpk pada tabel 2 menjadi input pada software TCE. Dari hasil pengolahan
dengan software TCE diketahui bahwa dalam prses manufaktur batang torak, mesin
yang digunakan tidak modern dan dalam kondisi tidak baik, maka berdasarkan
hasil yang diperoleh maka perbaikan dapat dilakukan dengan mengubah toleransi
yang sesuai pada batang torak. Output yang diperoleh dari software TCE
disajikan dalam bentuk grafik pada Tabel 3.
Bagian
terakhir adalah bagian hasil dan pembahasan. Pada bagian ini berisikan tentang
hasil-hasil yang diperoleh yaitu dari tabel 3, gambar 7, gambar 8, gambar 9,
gambar 10, gambar 11, dan gambar 12.
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan ruang lingkup lebih
lanjut perbaikan untuk bagian ketebalan
thrust face dan diameter gudgeon pin bore, sedangkan diameter bore crank pin
setelah operasi pengamplasan menunjukkan kemiripan dekat antara nilai-nilai
yang diperoleh melalui kemampuan proses dan hasil pengolahan software TCM.
Kelebihan Penelitian
a. Penelitian berdasarkan
metode yang tepat
b. Terdapatnya gambar
sebagai penunjang mempermudah pembaca memahaminya.
Kekurangan penelitian
a. Kurangnya
referensi data.
b. Bahasa yang
digunakan sulit dimengerti.