Wednesday, January 11, 2017

tugas review



Judul
Process-based tolerance assessment of connecting rod machining process
Jurnal
Journal of Industrial Engineering International
Penulis
G. V. S. S. Sharma, P. Srinivasa Rao, B. Surendra Babu
Tahun
2016
Download
Reviewer
Muhammad Azray Syafaat
Tanggal
11 Januari 2017

Link Power point: 

Abstrak
Toleransi terhadap dimensi suatu prduk sangatlah penting. Proses toleransi adalah pendekatan yang paling optimis dan pragmatis dalam menentukan toleransi pada prses manufaktur. Proses toleransi ini digunakan untuk menetapkan, mengukur, menganalisis, meningkatkan, dan mengontrol. Nilai dari indeks proses kapabilitas potensial (Cp) dan indeks kapabilitas proses kinerja (Cpk) merupakan nilai-nilai karakteristik proses mengidentifikasi dan proses pembuatan batang torak berhubungan sehingga menjadi lebih besar dari standar industri 1,33, yaitu, empat tingkat sigma. Metodologi diagram rantai toleransi diterapkan pada batang torak untuk memverifikasi toleransi proses manufaktur di berbagai operasi dari proses manufaktur batang torak. Makalah ini menjembatani kesenjangan antara toleransi dimensi yang diperoleh melalui pembuatan toleransi stack analisis, grafik toleransi dan studi kemampuan proses komponen batang torak. Akhirnya, perbandingan proses toleransi diketahui dengan menggunakan software yang telah support tolerance capability expert (TCE).

Latar Belakang
Toleransi geometris dan dimensi yang dipakai ke dalam produk serta ke dalam proses sangat penting. Dua aspek utama toleransi meliputi aritmatika dan statistik toleransi. Dalam aritmatika toleransi diasumsikan bahwa dimensi dari bagian yang sangat kecil bias memiliki nilai berapapun pada rentang toleransi. Sedangkan, dalam skema statistika toleransi, diasumsikan bahwa dimensi dari bagian yang kecil sangat beragam sesuai dengan distribusi normal.
Kerugian utama aritmatika toleransi adalah tidak mengikuti pola dalam zona toleransi dan bagian yang dihasilkan dari proses pemesinan dapat memiliki nilai apapun dalam zona toleransi. Hal ini menyebabkan perlunya pengecekan tiap dimensi, yang tidak praktis dalam produksi massal. Toleransi statistik mengatasi kelemahan toleransi aritmatika dan memfasilitasi mesin untuk menghasilkan dimensi menurut distribusi normal. Toleransi statistik juga mengecek dimensi yang tidak sesuai dengan distribusi normal.
Penulisan pada jurnal ini ditulis menjadi beberapa bagian. Yang pertama pengenalan bagian dari jurnal yang membahas domain yang diperlukan pengantar teoritis metode toleransi. Kemudian bagian tinjauan literatur pada toleransi proses. Analisis toleransi stack dengan rantai toleransi dari mesin batang torak kemudian disajikan. Toleransi yang diperoleh dari toleransi stack diuji untuk studi kemampuan proses (Sharma dan Rao 2013). Kemudian ditingkatkan nilai Cp dan nilai-nilai Cpk diperoleh dibandingkan untuk memperoleh nilai toleransi optimal menggunakan software TCE. Bagian terakhir adalah menyimpulkan dengan diskusi tentang hasil yang diperoleh pada gambar 1, 2, 3, dan 4.

Pembahasan
Pada jurnal ini terdiri dari 5 bagian pembahasan. Bagian pertama adalah urutan proses pada bagian ini dijelaskan mengenai cara menghubungkan tiap proses operasi manufaktur batang torak secara berurutan seperti pada gambar 5 pada literatur. Bahan baku dari Gudang merupakan titik awal dari prose manufaktur yang menghubungkan tiap operasi. Sedangkan stasiun kerja ke 140 menjadi proses terakhir. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 1 yang memberikan deskripsi lebih rinci.
Bagian kedua adalah analisis stack toleransi dari pemesinan batang torak. Pada bagian ini dijelaskan mengenai diagram toleransi secara representative untuk dimensi dari batang torak yang disajikan pada gambar 6. Rantai toleransi dalam grafik menggambarkan hasil dari operasi mesin dan dimensi/ dimensi yang diperoleh. Pada bagian ini kita dapat mengetahui toleransi mana yang dipenuhi dan mana yang tidak sehingga dimensi dari batang torak.
Bagian ketiga berisikan mengenai dimensi dari batang torak. Nilai dari kemampuan toleransi awal dan nilai toleransi setelah perbaikan juga dicantumkan pada bagian ini yang disajikan pada tabel 2.
Selanjutnya adalah bagian perbandingan dengan menggunakan software TCE. Dimensi dan nilai dari Cpk pada tabel 2 menjadi input pada software TCE. Dari hasil pengolahan dengan software TCE diketahui bahwa dalam prses manufaktur batang torak, mesin yang digunakan tidak modern dan dalam kondisi tidak baik, maka berdasarkan hasil yang diperoleh maka perbaikan dapat dilakukan dengan mengubah toleransi yang sesuai pada batang torak. Output yang diperoleh dari software TCE disajikan dalam bentuk grafik pada Tabel 3.
Bagian terakhir adalah bagian hasil dan pembahasan. Pada bagian ini berisikan tentang hasil-hasil yang diperoleh yaitu dari tabel 3, gambar 7, gambar 8, gambar 9, gambar 10, gambar 11, dan gambar 12.
 
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan ruang lingkup lebih lanjut perbaikan untuk bagian  ketebalan thrust face dan diameter gudgeon pin bore, sedangkan diameter bore crank pin setelah operasi pengamplasan menunjukkan kemiripan dekat antara nilai-nilai yang diperoleh melalui kemampuan proses dan hasil pengolahan software TCM.

Kelebihan Penelitian
a.       Penelitian berdasarkan metode yang tepat
b.      Terdapatnya gambar sebagai penunjang mempermudah pembaca memahaminya.
Kekurangan penelitian
a.       Kurangnya referensi data.
b.      Bahasa yang digunakan sulit dimengerti.

Monday, January 2, 2017

Review mengenai jurnal data sekunder


Judul
Secondary Data Analysis of National Surveys in Japan Toward Improving Population Healt
Jurnal
Young Investigator Award Winner’s Special Article and Journal
Download
Link Jurnal
Tahun
2016
Penulis
Nayu Ikeda
Reviewer
Muhammad Azray Syafaat
Tanggal
2 Januari 2017



Abstrak
Analisis data sekunder dari survei kesehatan nasional dari populasi umum adalah metodologi standar untuk metrik kesehatan dan evaluasi; digunakan untuk memantau tren dalam kesehatan populasi dari waktu ke waktu dan patokan kinerja sistem kesehatan. Di Jepang, pemerintah telah membentuk database elektronik dari catatan individu dari survei nasional kesehatan penduduk. Namun, jumlah publikasi berdasarkan dataset ini adalah kecil mengingat skala dan cakupan survei. Tampaknya ada dua hambatan utama untuk penggunaan sekunder dari Jepang data survei kesehatan nasional: kontrol akses data yang ketat di bawah Statistik Act dan lingkungan penelitian interdisipliner yang tidak memadai untuk menyelesaikan metodologis dif-kesulitan yang dihadapi ketika berhadapan dengan data sekunder. Kegunaan analisis data sekunder survei ini terbukti dengan contoh-contoh dari studi sebelumnya penulis berdasarkan catatan penting dan Kesehatan Nasional dan Survei Gizi. Survei kesehatan nasional di Jepang adalah aset yang sangat berharga, dan fi temuan dari analisis sekunder dari survei ini akan memberikan saran penting untuk meningkatkan kesehatan pada orang di seluruh dunia.

Pengantar
Penulis membagi jurnal kedalam beberapa bagian untuk memudahkan dalam memahami jurnal tersebut mulai dari  bagian kesehatan penduduk dan analisis survei data sekunder, analisis data sekunder survei kesehatan nasional di jepang, hambatan untuk analisis sekunder survey data, penilaian faktor resiko terhadap penyakit tidak menular, serta kesimpulan dan langkah kedepannya. kesehatan penduduk adalah agregat kondisi kesehatan individu yang berbagi lingkungan alam, budaya, dan sosial dalam sistem kesehatan, para peneliti ingin  mengevaluasi tingkat kesehatan penduduk nasional di Jepang dengan menggunakan data sekunder yang ada untuk membandingkannya dengan negara lain serta mengetahui langkah kedepannya. Di Jepang, Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan telah mengembangkan database elektronik dari catatan individu untuk menyelesaikan registrasi vital, serta populasi dan kesehatan survei yang dilakukan pada sampel perwakilan nasional dari populasi umum. Data-data ini dikumpulkan melalui survey dan kemudian dilakukan penelitian untuk meningkatkan tingkat kesehatan nasional.
 
Pembahasan
Penulis membagi Jurnal menjadi beberapa bagian untuk memudahkan dalam penuisan, bagian-bagian tersebut antara lain:
Kesehatan penduduk dan analisis survey data sekunder
Analisis data sekunder survei kesehatan nasional di Jepang
Hambatan untuk analisis sekunder survey data
Penilaian faktor resiko terhadap penyakit tidak menular.
Kesimpulan dan langkah kedepannya
Pada bagian pertama, mengenai kesehatan penduduk dan analisis survey data sekunder, penulis menjelaskan mengenai faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi kesehatan penduduk seta bagaimana tingkat kesehatan penduduk di Jepang dan masalah yang harus diselesaikan kedepannya dalam menangani kasus kesehatan nasional di Jepang jika dibandingkan dengan negara lain. Selain itu penulis juga menerangkan mengenai daa sekunder serta penggunaanya dalam kasus kesehatan penduduk nasional di Jepang.
Bagian kedua, penulis memaparkan bahwa Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang melakukan berbagai survey sejak tahun 1972. Survey-survey tersebut berkaitan dengan kesehatan penduduk Jepang. Beberapa diantaranya adalah survey angka kematian, survey tingkat gizi yang diperoleh tiap anak, dan lain-lain. Data-data dari survey ini la hang kemudian dijadikan sebagai data sekunder untuk ,emgetahui tingkat kesehatan nasional di negara Jepang.
Selanjutnya, penulis memaparkan segala hambatan atau kendala dalam melakukan analisis data sekunder terhadap tingkat kesehatan nasional di Jepang. Terdapat 2 hambatan yang paling berpengaruh yaitu kendala hokum dan kendala mengenai kekurangan data sekunder. Kendala hokum terdapat pada pasal 33 Statistik Undang (UU No. 53, 23 Mei 2007) ayat 2, dimana pemerintah pusat mengontrol ketat penggunaan data sekunder dari survei statistik resmi untuk tujuan ilmiah sehingga menghambat peneliti melakukan survey secara menyeluruh. Kendala kedua mengenai kerugian data sekunder berkaitan dengan metodologi untuk mencegah kekurangan data sekunder sulit diterapkan serta tidak adanya control terhadap survey sehingga tingkat kebenaran data tidak akurat.
Pada bagian keempat, penulis menerangkan tentang faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang dengan menganalisi data-data sekunder yang ada. Proses analisis tersebut  dengan cara menganalisis angka kematian dari penderita beberapa penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian.
Pada bagian akhir penulis memberikan kesimpulan bahwa terdapat 2 langkah atas penelitian yang telah dilakukan untuk meningkatkan tingkat kesehatan di Jepang. Pertama, untuk meningkatkan kegunaan data survei kesehatan, para ahli dan departemen kementerian yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan survei perlu melakukan upaya yang lebih besar untuk merevisi desain survei dan kuesioner sehingga mereka sebanding dengan kualitas dengan negara-negara lain. Kedua, penelitian interdisipliner di bidang kesehatan masyarakat harus lebih didorong di departemen kesehatan masyarakat dan epidemiologi di universitas dan lembaga penelitian di Jepang
 
Kelebihan Penelitian
a.       Menggunakan sumber data yang layak dipakai dan dapat dipercaya
b.      Penelitian mempunyai tujuan yang bagus dan berguna bagi seluruh lapisan masyarakat
c.       Bahasa yang digunakan mudah dipahami
Kekurangan penelitian
a.       Susunan penulisan yang masi kurang baik
b.      Kurangnya referensi data