|
Judul
|
Secondary
Data Analysis of National Surveys in Japan Toward Improving Population Healt
|
|
Jurnal
|
Young
Investigator Award Winner’s Special Article and Journal
|
|
Download
|
|
|
Link Jurnal
|
|
|
Tahun
|
2016
|
|
Penulis
|
Nayu Ikeda
|
|
Reviewer
|
Muhammad Azray Syafaat
|
|
Tanggal
|
2 Januari 2017
|
Abstrak
Analisis data sekunder dari survei
kesehatan nasional dari populasi umum adalah metodologi standar untuk metrik
kesehatan dan evaluasi; digunakan untuk memantau tren dalam kesehatan populasi
dari waktu ke waktu dan patokan kinerja sistem kesehatan. Di Jepang, pemerintah
telah membentuk database elektronik dari catatan individu dari survei nasional
kesehatan penduduk. Namun, jumlah publikasi berdasarkan dataset ini adalah
kecil mengingat skala dan cakupan survei. Tampaknya ada dua hambatan utama
untuk penggunaan sekunder dari Jepang data survei kesehatan nasional: kontrol
akses data yang ketat di bawah Statistik Act dan lingkungan penelitian
interdisipliner yang tidak memadai untuk menyelesaikan metodologis
dif-kesulitan yang dihadapi ketika berhadapan dengan data sekunder. Kegunaan
analisis data sekunder survei ini terbukti dengan contoh-contoh dari studi
sebelumnya penulis berdasarkan catatan penting dan Kesehatan Nasional dan
Survei Gizi. Survei kesehatan nasional di Jepang adalah aset yang sangat
berharga, dan fi temuan dari analisis sekunder dari survei ini akan memberikan
saran penting untuk meningkatkan kesehatan pada orang di seluruh dunia.
Pengantar
Penulis membagi jurnal kedalam
beberapa bagian untuk memudahkan dalam memahami jurnal tersebut mulai dari bagian kesehatan penduduk dan analisis survei
data sekunder, analisis data sekunder survei kesehatan nasional di jepang, hambatan
untuk analisis sekunder survey data, penilaian faktor resiko terhadap penyakit
tidak menular, serta kesimpulan dan langkah kedepannya. kesehatan penduduk
adalah agregat kondisi kesehatan individu yang berbagi lingkungan alam, budaya,
dan sosial dalam sistem kesehatan, para peneliti ingin mengevaluasi tingkat kesehatan penduduk
nasional di Jepang dengan menggunakan data sekunder yang ada untuk
membandingkannya dengan negara lain serta mengetahui langkah kedepannya. Di
Jepang, Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan telah mengembangkan
database elektronik dari catatan individu untuk menyelesaikan registrasi vital,
serta populasi dan kesehatan survei yang dilakukan pada sampel perwakilan
nasional dari populasi umum. Data-data ini dikumpulkan melalui survey dan
kemudian dilakukan penelitian untuk meningkatkan tingkat kesehatan nasional.
Pembahasan
Penulis membagi Jurnal menjadi
beberapa bagian untuk memudahkan dalam penuisan, bagian-bagian tersebut antara
lain:
Kesehatan penduduk dan analisis survey
data sekunder
Analisis data sekunder survei
kesehatan nasional di Jepang
Hambatan untuk analisis sekunder
survey data
Penilaian faktor resiko terhadap penyakit
tidak menular.
Kesimpulan dan langkah kedepannya
Pada bagian pertama, mengenai
kesehatan penduduk dan analisis survey data sekunder, penulis menjelaskan
mengenai faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi kesehatan penduduk seta
bagaimana tingkat kesehatan penduduk di Jepang dan masalah yang harus
diselesaikan kedepannya dalam menangani kasus kesehatan nasional di Jepang jika
dibandingkan dengan negara lain. Selain itu penulis juga menerangkan mengenai
daa sekunder serta penggunaanya dalam kasus kesehatan penduduk nasional di Jepang.
Bagian kedua, penulis memaparkan
bahwa Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang melakukan
berbagai survey sejak tahun 1972. Survey-survey tersebut berkaitan dengan
kesehatan penduduk Jepang. Beberapa diantaranya adalah survey angka kematian,
survey tingkat gizi yang diperoleh tiap anak, dan lain-lain. Data-data dari
survey ini la hang kemudian dijadikan sebagai data sekunder untuk ,emgetahui
tingkat kesehatan nasional di negara Jepang.
Selanjutnya, penulis memaparkan
segala hambatan atau kendala dalam melakukan analisis data sekunder terhadap
tingkat kesehatan nasional di Jepang. Terdapat 2 hambatan yang paling
berpengaruh yaitu kendala hokum dan kendala mengenai kekurangan data sekunder.
Kendala hokum terdapat pada pasal 33 Statistik Undang (UU No. 53, 23 Mei 2007)
ayat 2, dimana pemerintah pusat mengontrol ketat penggunaan data sekunder dari
survei statistik resmi untuk tujuan ilmiah sehingga menghambat peneliti
melakukan survey secara menyeluruh. Kendala kedua mengenai kerugian data sekunder
berkaitan dengan metodologi untuk mencegah kekurangan data sekunder sulit
diterapkan serta tidak adanya control terhadap survey sehingga tingkat
kebenaran data tidak akurat.
Pada bagian keempat, penulis menerangkan
tentang faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang
dengan menganalisi data-data sekunder yang ada. Proses analisis tersebut dengan cara menganalisis angka kematian dari
penderita beberapa penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian.
Pada bagian akhir penulis memberikan
kesimpulan bahwa terdapat 2 langkah atas penelitian yang telah dilakukan untuk
meningkatkan tingkat kesehatan di Jepang. Pertama, untuk meningkatkan kegunaan
data survei kesehatan, para ahli dan departemen kementerian yang bertanggung
jawab untuk pelaksanaan survei perlu melakukan upaya yang lebih besar untuk
merevisi desain survei dan kuesioner sehingga mereka sebanding dengan kualitas
dengan negara-negara lain. Kedua, penelitian interdisipliner di bidang
kesehatan masyarakat harus lebih didorong di departemen kesehatan masyarakat
dan epidemiologi di universitas dan lembaga penelitian di Jepang
Kelebihan Penelitian
a. Menggunakan sumber data yang layak dipakai dan dapat
dipercaya
b. Penelitian
mempunyai tujuan yang bagus dan berguna bagi seluruh lapisan masyarakat
c. Bahasa yang
digunakan mudah dipahami
Kekurangan penelitian
a. Susunan penulisan
yang masi kurang baik
b. Kurangnya referensi
data
No comments:
Post a Comment